Senin, 16 Desember 2013

kepingan #4

“Wahai Langit ..
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini ..
Begitu rapuh dan mudah terluka ..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta.”

(Kahlil Gibran)

iin born day

sekarang,...
lilin 19 mu sudah menyala,..
setiap kilauan nyala api semoga menjadi sebuah makna di hari-harimu
pertanda kamu sudah semakin besar, semoga dibarengi dengan kedewasaan kamu
maafkan yang semalam yah sayang,...
keep be a unique people, have a get midwifery

tidak banyak yang bisa ku ungkapkan dengan keterbatasan saat ini. lilin-lilin yang hadir tahun lalu mungkin tidak hadir tahun ini. tapi, 1 lilinku akan tetap ku nyalakan sampai aku tak bisa menyalakannya untukmu. ku do'akan yang terbaik untuk segenap goresan tinta perjalananmu.

adikku satu-satunya, saudaraku satu-satunya, sister satu-satunya dia jadi apa lagi yang cuma satu???
kagok kata-kata buat ucapan ulang tahun. kalau kayak gini emang paling sullit ngungkapin kata-kata. saya bukan orang yang pandai merangkaikanmu kata-kata yang indah

pokoknya doaku tahun ini
jangan jadi anak yang bandel, jangan jadi adik yang menje', jangan jadi teman yang nyebelin
pokoknya jadi anak yang baik, anak yang penurut. pokoknya yang lebih dewasalah.

entah apa makasud dari tulisanku ini. metamorfoss yang tak jelas bentuk metamorfosisnya
hahahah nanti diperbaiki lagi
pokoknya cukkae ade' iin :* (titik dua bintang)

Rabu, 11 Desember 2013

believe it,...dear

aku ingin menjemput matahari pagi disisimumenikmati aroma kecut tubuhmu
bersujud seraya bermunajat di hadapan sang khalik
menyanyikan ayat-ayat suci disetiap waktu bersamamu
aku ingin menikmati hujan da dinginnya bulan-bulan seperti ini
bersamamu, bersama aroma tubuhmu
memelukku dalam diam
sampai teduh datang bersama kedamaian hati
aku ingin seperti ini
membawa bahagia bersamamu
langit dan bumi yang akan menyaksikannya
bahwa kita akan bahagia
di bumi  serta dilangitNYA kelak







Senin, 09 Desember 2013

ijinkan aku merindukanmu

ijinkan aku merindukannya
sesak begitu terasa di dadaku,bahkan sekedar untuk merindukannya pun aku tak mampu.


memoar itu tiba-tiba terkuak di benakku.  "ini tepat tahun ke 6"
cepat-cepat ku ganti bajuku dan hari ini ku kenakan baju pink ku. karena aku tahu aku akan bertemu denganmu.ku lihat dari jendela langit sedang mendung, aku mengambil payung dan memasukkannya kedalam ranselku. payung itu kamu belikan. kamu bilang kalau tidak lagi sama kamu aku harus bawa payung biar ada yang lindungi.
dengan langkah tergopoh-gopoh aku berlari menyusuri jalan ke gerbang depan kompleks.
seperti tahun-tahun sebelumnya aku masih selalu ke tempamu
aku mengambil kereta pagi hari ini. "aku harus cepat sampai" batinku membual

seperti biasa, perjalanan menuju Solo memakan waktu sekitar 2 jam dari tempat tinggalku, dan 2 jam di kereta tidak begitu berasa hari ini, entah mengapa semangatku sama sekali tidak runtuh.
dalam perjalanan hatiku mengajak otakku mengulas kenangan kenangan kita.
menyusuri jalanan ini membuatku seakin berdebar-debar.
hujan  ini membuatku mengeluarkan payung jingga yang kau berikan. hujannya membawa serta angin membuat daun kering nan basah menari-nari. mengintari kamboja putih. jalanan sedang sepi karena angin kencang. namun, aku masih terus berjalan menuju tempatmu
payungnya tiba-tiba diterbangkan angin, membuat hujan membasahi sekujur tubuhku. membuatkku merasa semakin sedih. semakin dekat dengan tempat aku sering bertemu dengamu air mataku mulai berjatuhan. bahkan alam sedang menyajjikan konser untukku mengiringi langkahku bertemu denganmu.tubuhku gemetar, dadaku berdebar kencang. tinggal 10 meter aku di hadapanmu.

tak ada yang bisa ku katakan, hanya permintaan maafku karena payung yang kau berikan itu di terbangkan angin. sesaat mulutku membungkam. hujan masih deras dan aku masih duduk di hadapanmu. aku masih disini. masih ingin bersamamu

hari ini aku duduk lebiih lama dari biasanya. diingin malam menusuk tubuhku. tapi tak sedikitpun membuatku beranjak. angin berkelebat dengan kencangnya

aku selalu bersenandung kepada Tuhan "andai waktu itu aku menahanmu lebih lama mungkin aku akan memeluk tubuhmu lebih lama pula...tidak seperti hari iini aku hanya memeluk nisan bertuliskan namamu. Tuhan,..kembalikan segalanya tentang diaa. ijinkan aku merindukannya.
sesak begitu terasa di dadaku,bahkan sekedar untuk merindukannya pun aku tak mampu.
duduk seperti ini menyadarkan aku bahwa kau tak akan kembali

Tulisan Kemarin

Rindu menyapaku terlalu pagi.kutanyakan pula pada diriku "mimpi apa aku semalam"
mengapa pagi datang begitu cepat
Ah,.... sudah mulai desember, musim hujan menampakkan pesonanya sendiri
pesona yang membuat setiap orang dari sehat menjadi sakit
dan sakit sangat mencintai kegalauan
begitu pula dengan galau yang mencintai air mata
tapi air mata tak mengingikan kegalauan
bagaimana dengan kesedihan?
kesedihan pula turut mencintai desember
seperti lagu saja "Desember kelabu"
Sepertinya memang sekarang hujan sedang jatuh cinta pada bumi
pada pagi, sore dan malamnya bumi
 setiap sudut waktu berevolusi pun ia cintai

lagi-lagi tentang Hujan

matahari masih mencintai pagi
tapi embun pergi meninggalkan dedaunan
hujan pun turut lelap di terpa sinar mmatahari pagi
tumben  hujannya gak turun pagi ini
mungkin dia lagi mempersiapkan deru air untuk sore hari

Minggu, 08 Desember 2013

mencarimu

saat inni sudah hampir 9 tahun aku mencari sosok dirimu.
aku selalau mencarimu dengan nyata
tak berhenti aku membual tentang dirimu
mencari kesana kemari, lewat jejaring social
tapi tak ku temukan namamu
aku selalu ingat sosok kecil itu
aku selalu membayangkan kamu
batinku selalu bertanya
 kamu sekarang sudah seperti apa?
kamu sudah bertambah tinggi berapa cm?
apa kamu nyari aku atau gak?
apa yang akan aku tanyakan ketika aku bertanya tentang kamu
bagaimana kalau kamu nanti gak kenal sama aku?
tapi
aku selalu menunggu kesempatan itu datang